Seminggu sebelumnya saat aku konsultasi masalah jerawatku di salah satu rumah sakit cukup besar,aku merasa dokter spesialis kulit itu gak layak kalau mereka bukan mantan acne fighter. Aku benci pelayanan mereka seakan-akan mereka paling tahu segalanya. Orang pengidap jerawat itu,mentalnya sudah berantakan dan mereka malah menambah masalahnya. Ketika antrean ku akhirnya tiba, aku langsung menuju ruang konsultasi dengan sigap. Awalnya berupa dialog basa-basi biasa, sampai Dia menanyakan obat yang aku pakai selama 2 bulan terakhir. Saat itu aku lupa membawa HP yang berisi informasi-informasi tentang riwayat konsultasi selama ini. "Saya lupa dok!, soalnya obatnya banyak".Dia malah menekankan pertanyaannya supaya aku bisa menjawab apapun jawabnnya.Dari ekspresinya,aku yakin kalau saat itu dia kesal denganku.Yaa.. aku terpaksa menjawab obat yang ada dikepalaku, entah benar atau tidak.Yang namanya pasien seharusnya dilayani dengan baik.Pasien tidak peduli background yang mengakiba...