Perjalanan pulang menuju Semarang setelah liburan panjang selama di Medan merupakan hari paling tidak aku sukai.Bel Stasiun Tawang berbunyi menandakan bahwa aku telah sampai di Semarang."Kota ini lagi", pikirku.Malam hari menemaniku selama perjalana ke kos. Aku merenung selama perjalanan.Membayangkan kehidupan perkuliahanku yang membosankan.Siklus kehidupan bangun, makan, kuliah, dan tidur, membuat diriku makin malas kuliah. Di semester yang ke empat ini, entah kenapa aku semakin sulit untuk menghibur diriku untuk kuliah dengan serius.Bukan aku tidak bersyukur, sebelumnya, Aku memiliki banyak sekali resolusi yang sudah aku capai.Namun, kali ini jauh berbeda. Aku gak punya siapa-siapa lagi di sini.Kakakku sudah tamat, membuat diriku merasa kesepian, walaupun sebenarnya, jika dia belum tamat, aku tidak pernah menemuinya. Semarang yang aku kenal saat awal-awal, terasa sangat menyenangkan.Indah, adalah tanggapan dalam hatiku saat Aku dikenalkan oleh kakakku dan juga tanteku.Wa...
Sebentar lagi, selesai sudah semester yang ke tiga dalam perkuliahan.Menjelang pulang, aku terpikir oleh kondisiku yang masih sama, tak berbeda dari tahun lalu.Jerawatku masih setia menamaniku hingga akhir semester ini.Tak ada yang perlu dikejutkan, karena aku sudah tahu akan seperti ini. Ketakutan itu tetap akan datang, tak kunjung hilang.Aku meratapi nasib dengan penuh prihatin, melihat foto-foto lama untuk memastikan bahwa sedikit ada yang berubah."Sial, ini masih sama" sebutku dalam hati, melihat wajahku yang tetap penuh dengna pernak-pernik penderitaan. Entah apa tanggapanku ketika orang bertanya hal yang sama seperti tahun lalu.Kupastikan tidak akan aku jawab, karena mendengar pun aku tak sanggup. Kubaca ayat-ayat suci, berharap Tuhan mendengar saat kondisiku yang tersudut.Aku tahu dia tidak akan peduli, dengan bukti perjalanan satu tahun ini, tidak ada yang berbeda.Kupanggil dia setiap malam berharap ...