Sebelum sampai ke gereja,aku melihat bus AKPOL berderet terparkir di dekat gereja.Aku kaget,karena selama aku gereja disana belum pernah bertemu dengan mereka.Sebenarnya aku senang melihat mereka secara nyata,karena aku hanya pernah melihatnya di sosmed,tapi aku juga iri dengan keberhasilan mereka karena diterima di sana.Sepanjang beribadah aku selalu menggerutu karena kenikmatan yang mereka miliki.Mereka jadi pusat perhatian karena bajunya yang berbeda dengan yang lain.
Aku jadi teringat akan memoriku yang gagal di tesnya.Lucu sekali,tes awal aku langsung gagal,tes kesehatan.Aku ingat pengunguman yang dibacakan panitia dengan nama-nama yang tidak dapat melanjukan tes selanjutnya.Nantinya kami akan diberikan psikologi,mungkin untuk penyemangat saja.Aku diberikan penyemangat oleh panitia yang berdialog denganku."sukses gak harus disini kok!",berat rasanya menerima kalimat tersebut.Aku gak punya banya persiapan di kesehatan karena semua di luar kemampuanku.Tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan dan rasanya hanya ingin cepat-cepat pergi dari situ.Lalu,aku pulang ke tempat penginapanku yang tidak berada jauh dari sana.Sepanjang aku pulang,aku menyesal kenapa aku harus tes?,kenapa dari awal aku belajar?,kalau ujung-ujungnya jadi begini.Sampai penginapan,aku langsung beberes bajuku untuk pulang kerumah,tapi ada telepon memanggil,mama menanyakan kabar."Gimana sar?",tanpa kusadari aku langsung menjatuhkan air mata karena gagal di tes yang konyol itu.Aku meluangkan waktuku sejenak untuk menangis sebelum akhirnya pulang.Aku takut orang rumah tahu.Pada waktu itu,ada opung di rumah,tapi aku merahasiakan hal tersebut karena malu.
Kepercayaan diriku berubah drastis jika menghadapi tes-tes yang lain.Dua bulan lagi aku juga udah harus UTBK,namun gagal juga.Aku hanya bisa meratapi hal yang sudah berlalu.Tidak mungkin lagi aku mencobanya kembali.Sehingga dari waktu itu,setiap aku melihat AKPOL yang bisa kuingat hanya kesedihan.

Komentar
Posting Komentar