Sebentar lagi, selesai sudah semester yang ke tiga dalam perkuliahan.Menjelang pulang, aku terpikir oleh kondisiku yang masih sama, tak berbeda dari tahun lalu.Jerawatku masih setia menamaniku hingga akhir semester ini.Tak ada yang perlu dikejutkan, karena aku sudah tahu akan seperti ini.
Ketakutan itu tetap akan datang, tak kunjung hilang.Aku meratapi nasib dengan penuh prihatin, melihat foto-foto lama untuk memastikan bahwa sedikit ada yang berubah."Sial, ini masih sama" sebutku dalam hati, melihat wajahku yang tetap penuh dengna pernak-pernik penderitaan.
Entah apa tanggapanku ketika orang bertanya hal yang sama seperti tahun lalu.Kupastikan tidak akan aku jawab, karena mendengar pun aku tak sanggup.
Kubaca ayat-ayat suci, berharap Tuhan mendengar saat kondisiku yang tersudut.Aku tahu dia tidak akan peduli, dengan bukti perjalanan satu tahun ini, tidak ada yang berbeda.Kupanggil dia setiap malam berharap mendengar omong kosongku ini, hamba tak tahu diri.Apalah yang dia pikirkan saat aku menyebut namanya? najis tampaknya.
Menyambut tahun yang baru tak lagi begitu meriah karena aku tahu akan sama saja, kenapa harus bersabda? biarlah makin merajalela.
Pernah terpikir untuk punya pasangan, namun membayangkan pun aku sudah tahu, mustahil."Tahu diri" pikirku.Aku tahu seharusnya orang sepertiku bukan memikirkan hal yang seperti itu.
Komentar
Posting Komentar