Langsung ke konten utama

Tak berubah

    Sebentar lagi, selesai sudah semester yang ke tiga dalam perkuliahan.Menjelang pulang, aku terpikir oleh kondisiku yang masih sama, tak berbeda dari tahun lalu.Jerawatku masih setia menamaniku hingga akhir semester ini.Tak ada yang perlu dikejutkan, karena aku sudah tahu akan seperti ini.

    Ketakutan itu tetap akan datang, tak kunjung hilang.Aku meratapi nasib dengan penuh prihatin, melihat foto-foto lama untuk memastikan bahwa sedikit ada yang berubah."Sial, ini masih sama" sebutku dalam hati, melihat wajahku yang tetap penuh dengna pernak-pernik penderitaan.

    Entah apa tanggapanku ketika orang bertanya hal yang sama  seperti tahun lalu.Kupastikan tidak akan aku jawab, karena mendengar pun aku tak sanggup.

    Kubaca ayat-ayat suci, berharap Tuhan mendengar saat kondisiku yang tersudut.Aku tahu dia tidak akan peduli, dengan bukti perjalanan satu tahun ini, tidak ada yang berbeda.Kupanggil dia setiap malam berharap mendengar omong kosongku ini, hamba tak tahu diri.Apalah yang dia pikirkan saat aku menyebut namanya? najis tampaknya.

    Menyambut tahun yang baru tak lagi begitu meriah karena aku tahu akan sama saja, kenapa harus bersabda? biarlah makin merajalela.

  Pernah terpikir untuk punya pasangan, namun membayangkan pun aku sudah tahu, mustahil."Tahu diri" pikirku.Aku tahu seharusnya orang sepertiku bukan memikirkan hal yang seperti itu.


    


    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Will my future be the same as when I was a child?

    Saya memutuskan untuk menulis blog ini, karena teringat saat saya mengerjakan tugas bahasa inggris saya.Kelak saya menjadi apa?,itu yanng pertama kali muncul dalam pikiran saya.Apakah impian saya waktu kecil akan terwujud?.Apakah semua akan menjadi nyata?    ketika saya kecil,saya selalu bermimpi untuk bekerja dengan keras dan mempunya banyak harta.Entah apapun perkerjaanya,Polisi,Direktur perusahaan,Usahawan dll.Intinya saya hanya berpikir bahwa disaat besar nanti,saya akan menjadi orang yang tidak memikirkan berapa biaya yang keluar,dan barang apa ingin dibeli.Semua terbesit dalam pikiran saya,bahwa masa depan itu menyenangkan,selalu bersifat positif dan seolah olah masa depan itu gak pernah gagal.Berbincang dengan teman disekolah membahas cita cita yang tinggi sangat menyenangkan."insyiniur","pilot","dokter" ucap murid pada saat itu,termasuk saya sendiri    Bertambahnya waktu hingga saat ini saya memasuki jenjang SMA,impian itu hanya didalam mulut s...

Pandemi

Pembukaann Halo semua yang sedang membaca blog ini,semoga kalian diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalani hidup yg begitu banyak beban ini,Termasuk kalian.🤭 Basa-basi Jika dihitung-hitung pandemi sebentar lagi akan berulang tahun.Dalam kegiatan saya sehari-hari,saya tidak merasa dikelilingi oleh pandemi karena saya sendiri menikmatinya.Ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil selama pandemi ini.Memang tak jarang hidup juga seperti hampah tak berpenghuni dan bingung harus ngapai.Tapi kita bisa mengambil dari sisi positifnya aja Contohnya kalian bisa baca-baca buku yang udah lama gak dibaca.Tapi sadarkah kalian jika selama pandemi ini,waktu itu semakin cepat,gak sadar kalau 2 jam itu kayak 2 menit nungguin latihan  plank selesai.Kita juga bisa menghabiskan waktu dengan marathon nonton darkaor atau pun anime.Tapi sayang,banyak film yang ketunda juga karena pandemi.Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir agar kita bisa bertemu dengan teman di sekolah🤗. Penutup Terima kasih b...

About me

 Saya Caesar John Henry Simarmata berasal dari kota Medan. Sebagai lulusan baru pada jenjang menengah atas si Medan, saya bukan orang yang begitu mencolok di bidang akademis maupun prestasi. Hal ini disebabkan kurangnya relasi pada murid-murud lainnya hali ni menyebabkan wawasan saya sangat minim dan tidak bersemangat untuk bersekolah.  Memasuki kelas dua belas,saya saya mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang programmer. Tentu tidak mudah untuk menggapai profesi itu,dimana saya harus belajar dengan sungguh-sungguh pada kelas dua belas, ditambah lagi Prodi Teknik informatika termasuk prodi sangat diminati banyak orang sehingga tidak mudah untuk memasukinya. Namun, saya bersih keras untuk mencapai passing grade itu. Saya beljar setiap hari, Bimbel dari pagi hingga sore. Nasib berkata buruk saat saya gagal memasuki prodi di univerautas impian saya. Say hanya mampu mencapai batas nilai D-3 POLMED. Saya punya daya juang yang kuat sehingga saya mencoba keberuntungan jalur mandiri...