Langsung ke konten utama

Berapa lama lagi?



Tiba-tiba aku tertidur di jam 1 malam dini hari.Iya, "tertidur" karena 3 hari sebelumnya aku bermasalah dengan tidurku, sehingga aku lumyan terkejut saat aku bisa tertidur di Waktu yang lumayan cepat.Tidak ada mimpi yang special saat itu, Waktu hanay seperti melompat saja di jam 10 pagi, "mumpung libur" pikirku, sehingga tidakm menyetel alarm.


Mimpi burukku ternyata delay untuk menyampaikannya dalam tidurku, sebab Ketika aku melihat cermin segera saat bangun tidur adalah jerawat lagi.Tidak heran sebenarnya melihat kondisi tersebut, tapi aku heran kenapa mereka seperti mempermainkanku.Awalnya jerawat nanah itu berada di sebelah kiri bertumpuk dekat dengan bibirku.Esok hari, mereka berpindah ke sebelah kanan Bawah bibirku.Rasanya seperti mereka bingung mencari tempat yang baru lagi untuk mengisi jabatan mereka di mukaku, karena semua telah terpakai, sebagian udah menjadi skar.Ternyata mereka tidak hapis pikir untuk mengatasi kepadatan penduduk tersebut.Jadi,mereka membuka lahan Kembali di dadaku setelah Waktu yang lama mereka menninggalkan tempat tersebut.


Lagi-lagi aku tidak dapat hadir ke gereja selama lebih dari sebulan lamanya aku hanya beribadah di kosku yang kecil dan membosankan ini.Iya, aku lemah sekali untuk bertemu dengan orang lain, apalagi di gereja itu.Kadang rindu rasanya punya kepercayaan diri yang kuat seperti aku berada di kelas tiga SMP.Masa yang sangat indah menurut sepanjang perjalanan lebih dari empat tahun ini.Aku hanya ingat punya tawa yang tulus hanya pada masa saat itu.


Aku menghabiskan Waktu liburan semesterku untuk belajar kunci gantung gitar, karena sudah sangat lama aku bermain gitar, tapi tidak dapat membunyikan kunci yang sangat sering muncul di lagu favoritku.Bm, Gm, Fm, dan lain sebagainya yang merupakan family dari kunci d sekarang bisa kubunyikan.Awalnya aku mengira akan lebih lama untuk bisa membunyikan kunci tersebut karena estimasi Waktu yang dibutuhkan kata chat GPT adalah dua minggu, tapi aku hanya Waktu lima hari saja untuk bisa memainkan lagu "Nina" yang ingin sekali kumainkan saat aku bisa membunyikan kunci gantung.Jadi, apakah aku bersyukur atas kondisiku ini? mungkin iya.Aku menyibukkan diriku untuk mempelajari hal yang lain agar aku bisa mengelabui otakku untuk tidak stress menghadapi jerawatku yang begitu banyak.Tapi aku tetap saja menangis di malam hari, setidaknya sekali dalam sebulan.Dalam kamar yang gelap, aku merintih kecil dan mengeluarkan air mata agar tidak ketahuan anak kos lain.Saat itu aku membaca renungan dalam aplikasi.Kubaca tentang Lazarus yang sedang sakit-sakitan,namun Yesus tidak dapat hadir di keaadan sesulit dia membutuhkannya.Dia dibangkitkan setelah kematiannya.Aneh,Yesus datang saat semunya telah tiada.Dia tidak ada di sisinya di saat hal yang paling sulit dalam hidupnya.Aku membayangkan diriku yang sangat membutuhkan pertolongannya akan sama seperti dialami Lazarus itu.Apakah tunggu aku mati? baru Tuhan akan menyelematkanku? Apa yang dipetik Lazarus dari keterlambatan Tuhan dalam mengambil Tindakan.Bukkannya lebih baik dia mati saja? jauh lebih tenang daripada dunia yang fana ini.Untuk apa lagi dia menghidupinya? anngar jago?.


Entahlah, mungkin pikiranku yang penuh sesat ini tidak dapat memahami hikmahnya.Aku percaya dia akan menolong walau harus seperti Lazarus.Mati, tapi aku Kembali hidup dan Kembali mengalamai jerawat di sisa waktuku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Will my future be the same as when I was a child?

    Saya memutuskan untuk menulis blog ini, karena teringat saat saya mengerjakan tugas bahasa inggris saya.Kelak saya menjadi apa?,itu yanng pertama kali muncul dalam pikiran saya.Apakah impian saya waktu kecil akan terwujud?.Apakah semua akan menjadi nyata?    ketika saya kecil,saya selalu bermimpi untuk bekerja dengan keras dan mempunya banyak harta.Entah apapun perkerjaanya,Polisi,Direktur perusahaan,Usahawan dll.Intinya saya hanya berpikir bahwa disaat besar nanti,saya akan menjadi orang yang tidak memikirkan berapa biaya yang keluar,dan barang apa ingin dibeli.Semua terbesit dalam pikiran saya,bahwa masa depan itu menyenangkan,selalu bersifat positif dan seolah olah masa depan itu gak pernah gagal.Berbincang dengan teman disekolah membahas cita cita yang tinggi sangat menyenangkan."insyiniur","pilot","dokter" ucap murid pada saat itu,termasuk saya sendiri    Bertambahnya waktu hingga saat ini saya memasuki jenjang SMA,impian itu hanya didalam mulut s...

Pandemi

Pembukaann Halo semua yang sedang membaca blog ini,semoga kalian diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalani hidup yg begitu banyak beban ini,Termasuk kalian.🤭 Basa-basi Jika dihitung-hitung pandemi sebentar lagi akan berulang tahun.Dalam kegiatan saya sehari-hari,saya tidak merasa dikelilingi oleh pandemi karena saya sendiri menikmatinya.Ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil selama pandemi ini.Memang tak jarang hidup juga seperti hampah tak berpenghuni dan bingung harus ngapai.Tapi kita bisa mengambil dari sisi positifnya aja Contohnya kalian bisa baca-baca buku yang udah lama gak dibaca.Tapi sadarkah kalian jika selama pandemi ini,waktu itu semakin cepat,gak sadar kalau 2 jam itu kayak 2 menit nungguin latihan  plank selesai.Kita juga bisa menghabiskan waktu dengan marathon nonton darkaor atau pun anime.Tapi sayang,banyak film yang ketunda juga karena pandemi.Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir agar kita bisa bertemu dengan teman di sekolah🤗. Penutup Terima kasih b...

About me

 Saya Caesar John Henry Simarmata berasal dari kota Medan. Sebagai lulusan baru pada jenjang menengah atas si Medan, saya bukan orang yang begitu mencolok di bidang akademis maupun prestasi. Hal ini disebabkan kurangnya relasi pada murid-murud lainnya hali ni menyebabkan wawasan saya sangat minim dan tidak bersemangat untuk bersekolah.  Memasuki kelas dua belas,saya saya mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang programmer. Tentu tidak mudah untuk menggapai profesi itu,dimana saya harus belajar dengan sungguh-sungguh pada kelas dua belas, ditambah lagi Prodi Teknik informatika termasuk prodi sangat diminati banyak orang sehingga tidak mudah untuk memasukinya. Namun, saya bersih keras untuk mencapai passing grade itu. Saya beljar setiap hari, Bimbel dari pagi hingga sore. Nasib berkata buruk saat saya gagal memasuki prodi di univerautas impian saya. Say hanya mampu mencapai batas nilai D-3 POLMED. Saya punya daya juang yang kuat sehingga saya mencoba keberuntungan jalur mandiri...