Empat tahun sudah aku melewati hari-hari bersama dia.Kukira di ulang tahunnya yang ke-4 ini, dia akan pergi meninggalkanku.Nyatanya tidak, Aku salah persepsi.Dia masih merindukanku, menyukaiku, bahkan dia memegang mukaku erat-erat.Aku tahu cinta kami bertepuk sebelah tangan.Aku benar-benar membencinya, tapi dia terus muncul di kehidupanku.Menggangguku, mempermalukanku di khalayak orang.Kenapa dia tidak sadar diri? bukankah kunci dari cinta adalah menilai diri sendiri?
Entah berapa usaha yang sudah aku lakukan untuk mengusirnya pergi dariku.Dia pergi, tapi sejenak lalu datang kembali, Membawa luka yang sama.Dia jadi saksi bahwa tangisanku tiap malam hanya berupa senduhan-senduhan kecil karena aku tidak ingin orang lain mendengar kegaduhan ini.Dia melihatnya, Kesedihan yang penyebabnya adalah dia, hanya terdiam tak sadarkan diri.
Dengan cara apa lagi untuk mengusirnya? Aku sangat malu untuk menggandengnya di depan banyak orang.Aku benci ketika kepercayaan dirinya muncul dengan sombong depan banyak orang dan menjadi pusat perhatian ketika bersamaku.Permohonan-permohonan juga telah kusampaikan kepada Bapaku.Kadang marah, bahkan tak percaya dia ada.Aku hanya berusaha meyakinkan diriku untuk percaya bahwa suatu saat nanti ini akan berakhir.Entah kapan "suatu" yang dimaksud.Dua tahun lagi, tiga??, empat?, atau bahkan lima.Ingin berserah diri ketika melihat Waktu tersebut.
"Kenapa dia tak kunjung pergi?" tanyaku setiap pagi bangun tidur.Ya, aku meniduri entitas yang belum aku pinang."Apa yang terjadi jika aku tiada, akankah dia menetap?" pikirku.24 jam aku habiskan Waktu bersamanya tanpa kemana-mana hingga malam Kembali lagi tak terasa.
Kini aku hanya bisa meratapi penderitaanku yang sekarang, tidak ada lagi kebahagiaan hanya ada dia yang menemaniku sebagai penderitaan.
Komentar
Posting Komentar