Langsung ke konten utama

Kesepian


 

Perjalanan pulang menuju Semarang setelah liburan panjang selama  di Medan merupakan hari paling tidak aku sukai.Bel Stasiun Tawang berbunyi menandakan bahwa aku telah sampai di Semarang."Kota ini lagi", pikirku.Malam hari menemaniku selama perjalana ke kos.


Aku merenung selama perjalanan.Membayangkan kehidupan perkuliahanku yang membosankan.Siklus kehidupan bangun, makan, kuliah, dan tidur, membuat diriku makin malas kuliah.


Di semester yang ke empat ini, entah kenapa aku semakin sulit untuk menghibur diriku untuk kuliah dengan serius.Bukan aku tidak bersyukur, sebelumnya, Aku memiliki banyak sekali resolusi yang sudah aku capai.Namun, kali ini jauh berbeda.


Aku gak punya siapa-siapa lagi di sini.Kakakku sudah tamat, membuat diriku merasa kesepian, walaupun sebenarnya, jika dia belum tamat, aku tidak pernah menemuinya.


Semarang yang aku kenal saat awal-awal, terasa sangat menyenangkan.Indah, adalah tanggapan dalam hatiku saat Aku dikenalkan oleh kakakku dan juga tanteku.Waktu terasa begitu berarti pada waktu itu.Aku dikenalkan banyak hal yang menyenangkan.


Terbayang rasanya kalau DO bukanlah hal yang mustahil lagi, tamat bukan tujuan, tetap hidup bukan lagi pencapaian.


Entah kepada siapa lagi aku akan bercerita.Tuhan? memang itu sekarang yang aku punya.Setiap malam Aku mengadu kepadanya, meminta pertolongan penyembuhan jerawat setelah lima tahun, penghiburan, penguatan.


Setiap pagi aku sekarang membaca renungan harian.Membaca pergumulan-pergumulan yang ada pada setiap tokoh Alkitab.Tak satupun membuat aku tetap kuat.Terasa setara penderitaan yang aku alami dengan mereka.Ayub? si Pria dengan penyakit kulit yang tidak lebih dari empat tahun tersebut? Aku sudah bosan membaca kisahnya.


Aku merasa kesepian sejak lulus SMP. Awal dimulainya segala cobaan hidup yang tak aku mengerti.Keluargaku juga tak akan pernah tahu apa yang aku hadapi.Mulai dari Jerawat, kegagalan, kesepian, kekhawatiran.Aku selalu membuat citra yang selalu ceria di hadapan mereka.


Sehari setelah sampai di kos, aku menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di Malam hari menggunakan sepeda motor, untuk mencari penghiburan.Diantara ramainya jalan di kota, Aku tetap merasa kesepian. Tiba-tiba aku menangis. Kututup ekspresiku itu dengan kaca helm.Ingin rasanya memeluk sesuatu.


Ingin sekali aku ke Gereja untuk mendengarkan firman, dimana aku bisa dengan tenang mendengarkan khotbah, meratapi nasib, tidak ada yang menghakimi.


Cita-citaku saat ini adalah kembali ke rumah dengan bahagia, tidak membawa beban untuk orang tua, dan menghabiskan waktu bersama-sama.Tidak peduli beban tugas yang ada disana.Aku tetap akan ingin hal itu.


Mendengar cerita-cerita lucu dari Bou, Amangboru di teras rumah kami yang baru di Padang Bulan terasa sangat hangat.Bang Wesley dengan segudang masalahnya, Jethro dengan keras kepalanya, Sondang dengan ejekannya, Lala segudang perintahnya, Papa dengan lesengannya, Mama dengan candaanya.Semoga aku bisa kembali😁


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Will my future be the same as when I was a child?

    Saya memutuskan untuk menulis blog ini, karena teringat saat saya mengerjakan tugas bahasa inggris saya.Kelak saya menjadi apa?,itu yanng pertama kali muncul dalam pikiran saya.Apakah impian saya waktu kecil akan terwujud?.Apakah semua akan menjadi nyata?    ketika saya kecil,saya selalu bermimpi untuk bekerja dengan keras dan mempunya banyak harta.Entah apapun perkerjaanya,Polisi,Direktur perusahaan,Usahawan dll.Intinya saya hanya berpikir bahwa disaat besar nanti,saya akan menjadi orang yang tidak memikirkan berapa biaya yang keluar,dan barang apa ingin dibeli.Semua terbesit dalam pikiran saya,bahwa masa depan itu menyenangkan,selalu bersifat positif dan seolah olah masa depan itu gak pernah gagal.Berbincang dengan teman disekolah membahas cita cita yang tinggi sangat menyenangkan."insyiniur","pilot","dokter" ucap murid pada saat itu,termasuk saya sendiri    Bertambahnya waktu hingga saat ini saya memasuki jenjang SMA,impian itu hanya didalam mulut s...

Pandemi

Pembukaann Halo semua yang sedang membaca blog ini,semoga kalian diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalani hidup yg begitu banyak beban ini,Termasuk kalian.🤭 Basa-basi Jika dihitung-hitung pandemi sebentar lagi akan berulang tahun.Dalam kegiatan saya sehari-hari,saya tidak merasa dikelilingi oleh pandemi karena saya sendiri menikmatinya.Ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil selama pandemi ini.Memang tak jarang hidup juga seperti hampah tak berpenghuni dan bingung harus ngapai.Tapi kita bisa mengambil dari sisi positifnya aja Contohnya kalian bisa baca-baca buku yang udah lama gak dibaca.Tapi sadarkah kalian jika selama pandemi ini,waktu itu semakin cepat,gak sadar kalau 2 jam itu kayak 2 menit nungguin latihan  plank selesai.Kita juga bisa menghabiskan waktu dengan marathon nonton darkaor atau pun anime.Tapi sayang,banyak film yang ketunda juga karena pandemi.Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir agar kita bisa bertemu dengan teman di sekolah🤗. Penutup Terima kasih b...

About me

 Saya Caesar John Henry Simarmata berasal dari kota Medan. Sebagai lulusan baru pada jenjang menengah atas si Medan, saya bukan orang yang begitu mencolok di bidang akademis maupun prestasi. Hal ini disebabkan kurangnya relasi pada murid-murud lainnya hali ni menyebabkan wawasan saya sangat minim dan tidak bersemangat untuk bersekolah.  Memasuki kelas dua belas,saya saya mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang programmer. Tentu tidak mudah untuk menggapai profesi itu,dimana saya harus belajar dengan sungguh-sungguh pada kelas dua belas, ditambah lagi Prodi Teknik informatika termasuk prodi sangat diminati banyak orang sehingga tidak mudah untuk memasukinya. Namun, saya bersih keras untuk mencapai passing grade itu. Saya beljar setiap hari, Bimbel dari pagi hingga sore. Nasib berkata buruk saat saya gagal memasuki prodi di univerautas impian saya. Say hanya mampu mencapai batas nilai D-3 POLMED. Saya punya daya juang yang kuat sehingga saya mencoba keberuntungan jalur mandiri...