Langsung ke konten utama

Postingan

Tak berubah

     Sebentar lagi, selesai sudah semester yang ke tiga dalam perkuliahan.Menjelang pulang, aku terpikir oleh kondisiku yang masih sama, tak berbeda dari tahun lalu.Jerawatku masih setia menamaniku hingga akhir semester ini.Tak ada yang perlu dikejutkan, karena aku sudah tahu akan seperti ini.      Ketakutan itu tetap akan datang, tak kunjung hilang.Aku meratapi nasib dengan penuh prihatin, melihat foto-foto lama untuk memastikan bahwa sedikit ada yang berubah."Sial, ini masih sama" sebutku dalam hati, melihat wajahku yang tetap penuh dengna pernak-pernik penderitaan.      Entah apa tanggapanku ketika orang bertanya hal yang sama  seperti tahun lalu.Kupastikan tidak akan aku jawab, karena mendengar pun aku tak sanggup.     Kubaca ayat-ayat suci, berharap Tuhan mendengar saat kondisiku yang tersudut.Aku tahu dia tidak akan peduli, dengan bukti perjalanan satu tahun ini, tidak ada yang berbeda.Kupanggil dia setiap malam berharap ...

Berapa lama lagi?

Tiba-tiba aku tertidur di jam 1 malam dini hari.Iya, "tertidur" karena 3 hari sebelumnya aku bermasalah dengan tidurku, sehingga aku lumyan terkejut saat aku bisa tertidur di Waktu yang lumayan cepat.Tidak ada mimpi yang special saat itu, Waktu hanay seperti melompat saja di jam 10 pagi, "mumpung libur" pikirku, sehingga tidakm menyetel alarm. Mimpi burukku ternyata delay untuk menyampaikannya dalam tidurku, sebab Ketika aku melihat cermin segera saat bangun tidur adalah jerawat lagi.Tidak heran sebenarnya melihat kondisi tersebut, tapi aku heran kenapa mereka seperti mempermainkanku.Awalnya jerawat nanah itu berada di sebelah kiri bertumpuk dekat dengan bibirku.Esok hari, mereka berpindah ke sebelah kanan Bawah bibirku.Rasanya seperti mereka bingung mencari tempat yang baru lagi untuk mengisi jabatan mereka di mukaku, karena semua telah terpakai, sebagian udah menjadi skar.Ternyata mereka tidak hapis pikir untuk mengatasi kepadatan penduduk tersebut.Jadi,mereka mem...

Dia tidak pergi jauh

 Empat tahun sudah aku melewati hari-hari bersama dia.Kukira di ulang tahunnya yang ke-4 ini, dia akan pergi meninggalkanku.Nyatanya tidak, Aku salah persepsi.Dia masih merindukanku, menyukaiku, bahkan dia memegang mukaku erat-erat.Aku tahu cinta kami bertepuk sebelah tangan.Aku benar-benar membencinya, tapi dia terus muncul di kehidupanku.Menggangguku, mempermalukanku di khalayak orang.Kenapa dia tidak sadar diri? bukankah kunci dari cinta adalah menilai diri sendiri? Entah berapa usaha yang sudah aku lakukan untuk mengusirnya pergi dariku.Dia pergi, tapi sejenak lalu datang kembali, Membawa luka yang sama.Dia jadi saksi bahwa tangisanku tiap malam hanya berupa senduhan-senduhan kecil karena aku tidak ingin orang lain mendengar kegaduhan ini.Dia melihatnya, Kesedihan yang penyebabnya adalah dia, hanya terdiam tak sadarkan diri. Dengan cara apa lagi untuk mengusirnya? Aku sangat malu untuk menggandengnya di depan banyak orang.Aku benci ketika kepercayaan dirinya muncul dengan sombo...

Pagi tadi

Setelah hampir sebulan aku gak ke gereja,aku memutuskannya dengan pergi kesana.Jam sembilan waktu yang bagus menurutku,sehingga aku bangun lebih awal.Lagi-lagi aku pergi sendiri,tak ada yang menemani. Sebelum sampai ke gereja,aku melihat bus AKPOL berderet terparkir di dekat gereja.Aku kaget,karena selama aku gereja disana belum pernah bertemu dengan mereka.Sebenarnya aku senang melihat mereka secara nyata,karena aku hanya pernah melihatnya di sosmed,tapi aku juga iri dengan keberhasilan mereka karena diterima di sana.Sepanjang beribadah aku selalu menggerutu karena kenikmatan yang mereka miliki.Mereka jadi pusat perhatian karena bajunya yang berbeda dengan yang lain. Aku jadi teringat akan memoriku yang gagal di tesnya.Lucu sekali,tes awal aku langsung gagal,tes kesehatan.Aku ingat pengunguman yang dibacakan panitia dengan nama-nama yang tidak dapat melanjukan tes selanjutnya.Nantinya kami akan diberikan psikologi,mungkin untuk penyemangat saja.Aku diberikan penyemangat oleh panitia y...

Dokter cuek

 Seminggu sebelumnya saat aku konsultasi masalah jerawatku di salah satu rumah sakit cukup besar,aku merasa dokter spesialis kulit itu gak layak kalau mereka bukan mantan acne fighter. Aku benci pelayanan mereka seakan-akan mereka paling tahu segalanya. Orang pengidap jerawat itu,mentalnya sudah berantakan dan mereka malah menambah masalahnya.  Ketika antrean ku akhirnya tiba, aku langsung menuju ruang konsultasi dengan sigap. Awalnya berupa dialog basa-basi biasa, sampai Dia menanyakan obat yang aku pakai selama 2 bulan terakhir. Saat itu aku lupa membawa HP yang berisi informasi-informasi tentang riwayat konsultasi selama ini. "Saya lupa dok!, soalnya obatnya banyak".Dia malah menekankan pertanyaannya supaya aku bisa menjawab apapun jawabnnya.Dari ekspresinya,aku yakin kalau saat itu dia kesal denganku.Yaa.. aku terpaksa menjawab obat yang ada dikepalaku, entah benar atau tidak.Yang namanya pasien seharusnya dilayani dengan baik.Pasien tidak peduli background yang mengakiba...

Andai dunia dibuat olehku

    Misteri di kehidupan ini masih sangat banyak yang belum terpecahkan. Kita bahkan hanya menjelajah lautan tidak hampir setengah bumi. Ketidaktahuanku akan dunia ini selalu membuat pikiran-pikiran kotorku terbang di kepala.Khususnya sang pencipta.  Benarkah?     Penderitaan yang silih berganti memunculkan pertanyaan  pada diriku dengan Tuhan."Kenapa dia menciptakan dunia ini dengan kebebasan, bukankah aturan yang Ia buat menuju ke kesempurnaan?. ".Pertanyaan itu muncul ketika aku merasa frustrasi dengan keadaanku saat itu.Seharusnya dengan kebebasan yang dia ciptakan kepada kita,tidak terlalu mengejutkannya tentang hal yang menyimpang dari aturannya. Bukankah dia mahatahu?, lantas apa yang membuatnya marah di dialog-dialognya dalam kitab suci?.Puji-pujian,nyanyi-nyanyian,hingga jilatan-jilatan lidah manusia tidak cukup memvalidasi dirinya bahwa Ia lah yang terhebat di alam semesta yang diciptakannya.Aku yang berasal dari negara demokrasi lantas mempe...

Kepulangan selalu menakutkan

   Sehari setelah Ujian Akhir Semester usai,seharusnya aku sudah pulang ke Medan untuk merayakan natal.Tapi,bodohnya aku tidak punya banyak informasi untuk jadwal pasti kepulanganku.Ada yang bilang tanggal 21 udah libur,ada yang bilang tunggu nilai sudah diinput baru boleh pulang dll.,sehingga aku kehabisan tiket di tanggal sebelum natal.Aku baru dapat tiket setelah tanggal 25,yang ternyata sebelum selesai ujian sebenarnya aku sudah boleh pulang.    Bicara soal pulang dalam konteks apapun,entah mengapa aku selalu merasa tertekan setiap mau melakukannya.Banyak pengalaman buruk soal itu.Saat aku pulang dari pelaksanaan tes AKPOL di medan yang ternyata aku gagal di tahap pertama,rasanya kayak aku mau anjing-anjingin aja setiap subjek yang aku ketemui.Kepulangan aku setelah gagal tes SKD juga gak kalah menyakitkan.Pada intinya,setiap kepulangan selalu menjadi tekanan batin untuk melakukannya bahkan dalam konteks pulang kampung.Orang-orang mungkin selalu menunggu-nunggu m...